Perubahan Posisi Seperti Messi, Ong Kim Swee Sadari Saddil Ramdani Jauh Lebih Bahaya Jika Ditaruh di Tengah

Saddil Ramdani lolos dari kepungan tiga pemain dalam laga Sabah FC kontra Johor Darul Takzim di Piala Malaysia 2022 (15/11/2022).


Ong Kim Swee mengubah posisi Saddil Ramdani menjadi penyerang lubang, sama seperti Pep Guardiola mengubah Lionel Messi.

Saddil Ramdani tampak menikmati peran baru dan terlihat lebih berbahaya dalam laga terbaru Sabah FC di Piala Malaysia 2022.

Saddil Ramdani bermain penuh 90 menit dalam laga semifinal Piala Malaysia 2022 saat Sabah FC menjamu Johor Darul Takzim, Selasa (16/11/2022) malam.

Sabah FC harus mengakui keunggulan satu gol Johor Darul Takzim, tapi dapat berbahagia melihat performa Saddil Ramdani.

Sebagai catatan, laga semalam merupakan penampilan perdana Saddil sebagai starter setelah dibekap cedera usai rampungnya Liga Super Malaysia.

Winger timnas Indonesia itu melakukan comeback dari bangku cadangan pada leg kedua perempatfinal melawan Kuching City, dan langsung menyumbang assist.

Semua itu dilakukan Saddil dalam keadaan kontraknya hampir habis dan tengah digoda klub Austria.

Kembali ke laga kontra Johor Darul Takzim, pelatih Ong Kim Swee melakukan perubahan signifikan di jajaran starter karena badai cedera.

Saddil pun mendapatkan peran baru sebagai penyerang lubang atau pemain nomor 10, bukan lagi sebagai winger kanan.

Dalam posisi itu, Saddil mempunyai kebebasan bergerak ke segala arah, dan terbukti jauh lebih menyengat.

Pada babak pertama, gocekannya bisa membuat pemain belakang JDT melanggarnya di depan kotak penalti.

Berlanjut di babak kedua, pemain belakang JDT pun harus diganjar kartu merah saat menggasak Saddil di tepi lapangan kiri.

Pemain dengan 15 caps di timnas Indonesia itu selanjutnya pamer aksi melepaskan diri dari kepungan tiga pemain Southern Tigers.


Bintang Barcelona, Lionel Messi, melakukan trik tap penalty pada laga kontra Celta Vigo di Stadion C


Sepanjang laga, tampak semua yang disentuh Saddil akan segera menjadi peluang terbukanya rekan setim, atau berujung peluang langsung.

Perubahan posisi ke area tengah itu mengingatkan publik pada pergeseran Lionel Messi dari seorang winger menjadi false nine di tangan Pep Guardiola.

"Itulah alasan saya memainkan Leo di tengah," ungkap Guardiola suatu waktu.

"Saya tidak ingin Leo mendapatkan (hantaman) fisik dan luka, jadi dia dapat mengekspresikan talentanya di 20 meter terakhir lapangan," jelasnya.

Messi kemudian dikenal sebagai pemain terbaik dunia bersama Barcelona dan timnas Argentina.

Adapun Saddil di ambang naik kelas jika menerima tawaran klub Austria, tetapi juga akan bagus jika bertahan di Sabah FC dengan posisi baru.

Jika Sabah FC tersingkir dari Piala Malaysia 2022, saat itu pula Saddil akan menentukan masa depannya.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama