Media Vietnam Tak Terima Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen Bergengsi

Media Vietnam seolah tak terima AFC mengizinkan Indonesia jadi tuan rumah turnamen bergengsi. (foto: PSSI)


Media Vietnam Sports 442 seolah tak terima Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengizinkan Indonesia jadi tuan rumah turnamen bergengsi.

AFC memilih Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia Wanita U-17 2024, ini menjadi turnamen internasional kelima yang akan digelar di Tanah Air dari pertengahan 2022 hingga 2024.

Hal ini pun mendapat sorotan tajam dari Sports 442 yang menilai terpilihnya Indonesia untuk menggelar 5 turnamen akbar dalam kurun waktu 2 tahun.

Tidak hanya itu, media Vietnam tersebut juga menyoroti keputusan AFC terus memberi kepercayaan kepada Indonesia meskipun fasilitas keamanannya masih dipertanyakan.


Media Vietnam Tak Terima Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen Bergengsi


"AFC terus mempercayakan Indonesia dengan tugas penting menjadi tuan rumah putaran final Piala Asia Wanita U-17 2024," tulis Sports 442, Rabu (2/11).

Lebih lanjut, Sports 422 juga menyebut Indonesia masih dipercaya oleh Federasi Sepak bola Dunia (FIFA) untuk menggelar Piala Dunia U-20 2023 setelah terjadi Tragedi Kanjuruhan.

"Sebelumnya, terlepas dari rumor buruk keamanan dan keselamatan pada pertandingan sepak bola di Indonesia setelah bencana mengerikan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 100 orang pada Oktober 2022, FIFA masih percaya negara ini memegang hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023," jelas Sports 422.

Terlepas dari itu, Timnas Indonesia Wanita U-17 dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia Wanita U-17 sebagai tuan rumah.

Menyusul tiga tim yang sudah lebih dulu lolos ke putaran final yaitu Jepang, Korea Utara dan China.

Sementara empat tempat tersisa akan diperebutkan oleh 31 tim melalui babak kualifikasi yang berlangsung mulai Maret 2023.

Pengundian resmi grup Kualifikasi Piala Asia Wanita AFC U17 Indonesia 2024 akan berlangsung pada Kamis (3/11).(*)


GenPI.co

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama