DUEL Indonesia U19 Vs Brazil U20, Tim Samba Susah Payah Menahan Gempuran Garuda Muda

 

DUEL Indonesia U19 Vs Brazil U20, Tim Samba Susah Payah Menahan Gempuran Garuda Muda (Tangkapan Layar/SEPAK BOLA)



Laga Brazil U20 vs Indonesia U19 berjalan memukau, seru dan terbuka, mata dimanjakan permainan apik, sangat layak ditonton.

Pertandingan yang menyajikan duel Brazil U20 versus Indonesia U19. Kedua tim sama-sam menunjukan permain terbaiknya.

Semua pemain Timnas Brazil U20 dan Timnas Indonesia U19, sama-sama menunjukan kepiawaian dalam mengolah si kulit bundar.

Seperti long pass, back heel, dribbling, passing, clearing, intercept, back pas hingga counter attack mewarnai laga tersebut.

Dilansir Bondowoso Network dari Youtube SEPAK BOLA, pertemuan Timnas Indonesia U19 dan Barzil U20 ini di ajang pembuka Tournamen Toulon.

Pertemuan kedua tim tersaji di Stade d'honneur Francis, Kamis 1 Mei 2017 silam.

Dunia pun seakan berdecak kagum saat Timnas Brazil menyepelakan Timnas Indonesia.

Padahal diprediksi laga akan berat sebelah. Bahwa skuad Samba bakal mendominasi laga tersebut.

Saat ini Timnas Indonesia U19 masih diperkuat nama-nama tenar saat ini Egy Maulana Vikri, Rachmat Irianto, Hanis Saghara, Muahammad Riyandi.

Sementara Timnas Brazil diperkuat Rodrigues Oya Fabrício Keiske, Marcos Cipriano, Novaes Fernandes Gabriel hingga Phelipe Megiolaro.

Pujian pun layak diberikan untuk Egy Maulana Vikri dan kolega yang hanya kalah tipis dari Brazil U20.

Gol Brazil U20 tercipta menit ke-38 lewat sumbangan, Gabriel Novaes.

Namun Fskuad Garuda Muda layak mendapat pujian sebab mereka berani memegang bola sekalipun dipressing.

Hal ini pun sangat mencengangkan, mengingat dari sisi prestasi kedua tim punya perbedaan bak bumi dengan langit.

Sosok Rifad Marasabessy, Nurhidayat, Irianto, dan Firza mampu mengawal lini belakang cukup baik.

Para pemain depan Brazil dibuat tidak leluasa ketika akan masuk di area kotak penalti.

Turnamen Toulon 2017 Lalu, Brazil U20 menurunkan skuat kelahiran 1999 atau berusia tidak lebih dari 18 tahun.

Sosok Marcos Cipriano menjadi nama yang diwaspadai skuat asuhan Indra Sjafri kala itu. Terlebih saat itu ia merupakan penggawa klub elit Brazil, Sao Paulo FC.

"Brazil mempertontonkan intensitas sejak awal laga, Tapi Timnas Indonesia bermain dengan intensitas tinggi," tulis Diarios Associados, media Brasil. ***


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama