Menilik Lebih Dekat Kekuatan Curacao, Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Tim Amerika Rasa Eropa


Pada 19 Agustus lalu PSSI secara resmi mengumumkan bahwa Timnas Indonesia akan bertanding melawan Curacao pada FIFA matchday yang akan berlangsung bulan ini.

Yunus Nusi selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI mengatakan bahwa timnas akan berhadapan dengan Curacao sebanyak dua kali.

Pertandingan ini dijadwalkan akan berlangsung pada 24 dan 27 September mendatang.

Pertandingan pertama akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Sementara itu, pertandingan kedua awalnya akan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS).

Akan tetapi, PSSI memindahkan pertandingan kedua itu ke Stadion Pakansari, Bogor.

Semenjak isu timnas akan bertanding melawan Curacao, banyak warganet yang mencari tahu tentang negara ini.

Kali ini SuperBall.id akan mengulas seperti apa negara Curacao itu, dari mulai letak geografisnya dan peta kekuatan sepak bolanya.

Curacao adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di selatan laut Karibia, Amerika Selatan.

Yang namanya kepulauan, sudah tentu tidak memiliki luas daratan yang cukup lebar.

Bahkan luasnya Curacao ini tidak mencapai setengah dari luas Indonesia.

Mereka hanya memiliki sekitar 444.000 km persegi luas daratan.

Berbanding jauh dengan Indonesia yang memiliki luas sebesar 1.900.000 km persegi.

Kendati demikian, Curacao memiliki prestasi yang lebih mentereng dibanding Indonesia untuk urusan sepak bola.

Timnas Indonesia justru tertinggal jauh dari Curacao dalam urusan sepak bola.

Sebagaimana yang dilansir SuperBall.id dari Transfermarkt.com, Curacao saat ini tengah berada di posisi ke-84 peringkat dunia FIFA.

Di sisi lain, Timnas Indonesia hanya menempati posisi ke-155 peringkat dunia FIFA.

Tim yang bernaung di CONCACAF ini juga pernah merasakan keluar sebagai juara di ajang Piala Karibia sebanyak satu kali pada 2017 lalu.

Selain itu, Curacao juga diperkuat oleh beberapa pemain yang berkarier di sejumlah klub top Eropa.

Ada nama Tyric Bodak dan Dylan Timber yang saat ini memperkuat klub top Belanda.

Tyric Bodak saat ini berstatus sebagai penjaga gawang PSV U-21, sementara Dylan Timber bermain untuk FC Utrecht U-21.

Selain kedua nama itu, ada juga pemain yang saat ini membela klub kasta kedua Liga Inggris (Championship), yakni Birmingham City.

Pemain yang dimaksud adalah Juninho Bacuna yang berposisi sebagai gelandang tengah.

Selama tiga tahun membela Birmingham City, Juninho Bacuna sudah berhasil mencatat 25 kali penampilan dan mengoleksi 2 gol serta 4 asis.

Juninho Bacuna pun digadang-gadang akan menjadi motor serangan bagi Curacao untuk menghancurkan pertahanan Timnas Indonesia di FIFA matchday nanti.

Curacao juga memiliki pelatih rasa Eropa yang berasal dari Belanda, yakni Art Langeler.

Selama menjadi pelatih, Art Langeler hanya berhasil meraih satu trofi saja.

Ia berhasil menjuarai kompetisi kasta kedua Liga Belanda bersama FC Zwolle pada musim 2011-2012 lalu.

Art Langeler juga pernah didapuk menjadi pelatih kepala Timnas U-21 Belanda pada 2016 lalu.

Karier Langeler bersama U-21 Belanda pun cukup panjang.

Ia berhenti menjadi arsitek utama U-21 Belanda pada 2018 lalu.

Sebelum bertanding melawan Indonesia, Curacao memiliki catatan buruk di lima laga terakhir mereka.

Dari lima laga yang mereka mainkan, Curacao hanya berhasil memenangi laga melawan Honduras dengan skor 2-1.

Di empat laga lainnya, Curacao dilibas oleh Bahrain dan Kanada dengan skor masing-masing 0-4.

Mereka juga menelan kekalahan tipis saat bertarung dengan Selandia Baru dengan skor 1-2 dan Honduras 0-1.

Hal itu tentu berbanding terbalik dengan hasil yang didapatkan Timnas Indonesia.

Dari lima laga terakhir, Timnas Indonesia berhasil mencatatkan 3 kemanangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan.

Skuad Garuda berhasil mengalahkan Timor Leste (4-1), Kuwait (2-1), dan Nepal (7-0).

Satu-satunya kekalahan Indonesia didapatkan ketika bertarun melawan Yordania di ajang Kualifikasi Piala Asia 2023.

Sementara satu hasil imbang mereka dapatkan kala melawan Bangladesh.

Kendati demikian, Indonesia tetap tak bisa memandang remeh kualitas Curacao.

Sebab berkaca dari lima pertandingan terakhir, Curacao mendapat lawan yang sangat tangguh.

Harapan para masyarakat tentu saja Timnas Indonesia setidaknya mampu meraih satu kemenangan pada FIFA matchday kali ini.

Hal itu dikarenakan FIFA matchday kali ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Indonesia untuk memperbaiki posisi mereka di peringkat dunia FIFA pada tahun 2022.

Setelahnya, timnas tak memiliki pertandingan uji coba internasional resmi lagi di tahun ini.

Dengan begitu, apakah Shin Tae-yong berhasil membawa para anak asuhnya memenuhi harapan masyarakat Indonesia?

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama