Ferarri & Marselino Naik Kelas, Bukti Shin Tae-yong Berani Singkirkan Pemain Senior yang Tak Bisa Jaga Performa

Shin Tae-yong memilih mempromosikan Muhammad Ferarri dan Marselino Ferdinan ketimbang memakai pemain senior biasa saja, Alfeandra Dewangga dan Evan Dimas terpental.

Shin Tae-yong membuktikan dapat mengambil keputusan berani dengan tak memanggil pemain senior yang performanya anjlok di level klub.

Shin Tae-yong saat ini tengah memimpin skuat berisi 23 pemain untuk laga timnas Indonesia melawan Curacao pada 24 dan 27 September.

Di antara 23 nama tersebut, Shin Tae-yong menyertakan dua pemain timnas Indonesia U-20, yakni Muhammad Ferarri dan Marselino Ferdinan.

Muhammad Ferarri dipilih setelah tampil solid di Kualifikasi Piala Asia U-20 2023, yang ditutup dengan gol trademark ke gawang Vietnam.

Pemanggilan Ferarri juga dilatari performa menjanjikan bek berusia 19 tahun di Liga 1 2022/23, di mana ia dipoles di Persija Jakarta oleh Thomas Doll.

Adapun Marselino Ferdinan tak perlu dijelaskan lagi, ia merupakan wonderkid terbaik Indonesia saat ini dan telah diakui The Guardian sebagai 60 pemain paling bertalenta di dunia pada 2021.

Sama seperti Ferarri, Marselino juga sudah menjadi andalan di level klub dan mencatatkan tiga gol di Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 pekan lalu.

Apabila melihat komposisi skuat timnas senior dalam beberapa waktu terakhir, jelas terlihat bahwa Ferarri dan Marselino merupakan pengganti langsung Alfeandra Dewangga dan Evan Dimas.

BolaNas.com telah menjelaskan penurunan performa Alfeandra Dewangga dibanding musim lalu, serta stagnasi karier Evan Dimas dalam beberapa musim terakhir.

Alfeandra Dewangga misalnya, berubah dari bek tengah yang musim lalu lebih diandalkan dibanding bek asing, menjadi bek biasa saja yang mungkin terpengaruh isu luar lapangan.

Evan Dimas juga demikian, mengingat ia gagal menjadi pemain utama di Bhayangkara FC pada musim lalu, serta cuma menjalani peran kecil di Arema FC pada musim ini.

Padahal, baik Dewangga maupun Evan sejatinya menjadi pemain andalan Shin Tae-yong di timnas Indonesia sebelum ini.


Penalti yang gagal dieksekusi Evan Dimas pada laga timnas Indonesia vs UEA (11/6/2021).

Evan merupakan satu-satunya pemain dengan caps melimpah saat Shin Tae-yong pertama kali membentuk timnas senior pada Juni 2021.

Evan pun masih berada di skuat Piala AFF 2020, meski harus menyerahkan tempat utama pada Ricky Kambuaya.

Dewangga juga lama menjadi andalan Shin Tea-yong dimulai dari Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 hingga SEA Games 2021 dan Kualifikasi Piala Asia 2023 lalu.

Tampaknya, Shin Tae-yong melihat Evan sudah mencapai batas karier dan Dewangga perlu mendapatkan terapi kejut, sehingga meninggalkan mereka berdua pada masa ini.

Saat Dewangga dan Evan terjebak di zona nyaman, para pemain muda seperti Ferarri dan Marselino berada di jalur yang tepat untuk mendongkel mereka.

Jadi, Shin Tae-yong mengambil keputusan tepat untuk mencopot pemain senior yang tak bisa menjaga performa, dan menggantinya dengan pemain muda yang sedang lapar.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama