Transfer Egy-Witan Bukan Gimik Marketing, Moravce & Trencin Tergerak Usai Direpotkan 2 Pemain Indonesia di Laga Musim Lalu


Zlate Moravce dan AS Trencin merekrut Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman berdasarkan performa musim lalu, bukan alasan marketing.

Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman membuktikan penampilan impresif di Eropa dapat membuat klub lebih besar tertarik merekrut.

Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman baru saja diresmikan oleh dua klub Slovakia, yaitu Zlate Moravce dan AS Trencin.

Berbeda dengan transfer pemain Indonesia terdahulu, kepindahan itu tampak didasari murni alasan kualitas Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman.

Egy dan Witan musim lalu bermain di klub Liga Slovakia yang terdegradasi akibat problem finansial, FK Senica.

Bahkan ketika bermain di klub penuh masalah tersebut, Egy dan Witan mampu bermain cemerlang untuk menarik minat klub lain.

Terkhusus Zlate Moravce dan AS Trencin, dua klub itu memang "disakiti" oleh Egy dan Witan pada musim lalu.

Dalam catatan BolaNas.com, Egy menjadi satu-satunya pemain FK Senica yang bisa merepotkan Zlate Moravce pada laga putaran pertama (6/11/2022).

Saat itu, Egy melakukan dua aksi brilian pada babak kedua, termasuk gocekan melewati dua pemain sebelum melepas tembakan melebar.

Pada pertemuan berikutnya di turnamen musim dingin Tipsport Liga, Egy bahkan bisa mencetak gol ke gawang Zlate Moravce.

Sebuah bola rebutan Witan dihantar menuju Giannis Niarchos yang dijatuhkan kiper lawan dan bola bergulir menuju Egy.

Egy bisa mengirim bola itu ke gawang kosong, tetapi wasit memilih menunjuk titik putih untuk pelanggaran terhadap Niarchos.

Penampilan gemilang Egy dalam dua laga tersebut membuat manajemen Zlate Moravce terkesima dan tergerak mendekati sang pemain.


Witan Sulaeman saat mengawali proses penalti FK Senica dalam laga kontra Zlate Moravce (22/1/2022).

Begitu Egy dapat direkrut dengan bebas transfer, Moravce langsung mengikat winger timnas Indonesia pada Senin (8/8/2022).

Kasus di atas juga dapat ditemui dalam "hubungan" AS Trencin dan Witan Sulaeman.

AS Trencin menyaksikan sendiri kepiawaian pemain mungil yang bisa menyeruak di antara pemain untuk mencetak gol.

Witan menerima umpan dari Milan Jurdik sehingga tinggal berhadapan dengan bek lawan dan kiper, lantas menyarangkan bola untuk menjadi gol.

Gol itu menjadi hiburan bagi FK Senica yang takluk 1-4 dari AS Trencin pada akhir musim lalu (19/3/2022).

AS Trencin merupakan raksasa tertidur yang rutin mengirim pemain bertalenta ke klub lebih besar.

Apabila Witan dapat mengikuti jejak Leon Bailey, Wesley Moraes, atau Martin Skrtel yang lebih lawas di AS Trencin, ia bisa saja memenangi transfer ke liga besar.

Harus diakui Zlate Moravce dan AS Trencin akan mendapatkan eksposure lebih besar, tetapi dua klub itu tetap menjadikan alasan performa dalam mendatangkan dua pemain Indonesia.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama