Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF U-16 2022, Bima Sakti Sindir Omongan Pelatih Vietnam yang Gelar TC di Jerman


TIMNAS Indonesia U-16 berhasil jadi raja di Asia Tenggara usai merengkuh Piala AFF U-16 2022. Kepastian itu didapat setelah menaklukkan Timnas Vietnam U-16 di partai final dengan skor 1-0.

Kemenangan itu sangat berharga bagi Timnas Indonesia U-16. Pasalnya, ini jadi bukti bahwa kualitas Timnas Indonesia U-16 tak boleh dipandang sebelah mata.

Apalagi, jauh sebelum final Piala AFF U-16 2022 bergulir, pelatih Vietnam, Nguyen Quoc Tuan pernah sombong kepada Bima Sakti. Ya, dirinya mengatakan bahwa Vietnam menggelar pemusatan latihan (TC) di Jerman, untuk menghadapi Piala AFF U-16 2022.

Meski begitu, Bima Sakti menjawabnya dengan rendah hati. Bahkan, ia dan timnya sudah membuktikan dengan prestasi, berhasil juara Piala AFF U-16 2022.

“Saya sempat ngobrol sama pelatihnya, dia bilang mereka sempat ke Jerman, terus saya bilang ‘saya di UNY saja’,” kata Bima Sakti dalam konferensi pers pasca laga.

Ya, diketahui memang The Golden Star –julukan Vietnam- beberapa waktu lalu menggelar pemusatan latihan di Negeri Panser. Bahkan, mereka melakukan ujicoba dengan menjajal kekuatan Borussia Dortmund U-16.

Sementara itu, Garuda Asia hanya mempersiapkan diri dengan berlatih di UNY saja. Mereka juga hanya melakukan laga ujicoba dengan beberapa tim lokal, seperti Porprov DIY U-20 dan Porda Sleman U-20. Bahkan, mereka kalah 0-2 dari Porprov DIY U-20.

Kendati demikian, kini hasilnya jelas terlihat. Pemusatan latihan di Jerman tak membuahkan prestasi bagi Vietnam dan hanya membuat mereka gigit jari saja di partai final.

Kesombongan Nguyen Quoc Tuan tersebut dijawab oleh Bima Sakti dengan prestasi yang sangat gemilang. Dia mengantarkan Indonesia merengkuh gelar juara Piala AFF U-16 2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, lewat gol sematawayang Muhammad Kafiatur Rizky pada menit 45+1.

Bahkan, Timnas Indonesia U-16 mengalahkan The Golden Star dua kali di ajang ini. Sebelumnya, pada laga terakhir Grup A, Nguyen Cong Phuong dkk juga dipermalukan dengan skor tipis 1-2 oleh Garuda Asia.

Menurut juru taktik berusia 46 tahun itu yang terpenting adalah kerja keras dan perjuangan di lapangan, bukan masalah lokasi pemusatan latihan yang terlihat hebat. Di sisi lain, Nguyen Quoc Tuan malah mempermalukan dirinya sendiri di partai final.

Ia diganjar kartu merah oleh wasit, karena banyak melakukan protes. Bahkan, pada laga fase grup kontra tim tuan rumah, dia juga diberi kartu kuning oleh sang pengadil dengan alasan yang sama.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama