Media Malaysia Iri Dengan Para Pemain Indonesia di Luar Negeri Dapatkan Banyak Menit Bermain



Debut Egy Maulana Vikri di Liga Slovakia bersama ViOn Zlate Moravce jadi perbincangan di media Malaysia.

Hal itu disampaikan oleh media asal Malaysia, Harimau Malaya.

Media tersebut menggarisbawahi debut Egy yang lampaui pencapaian tiga eks-pemain Timnas Malaysia yang pernah di klub yang sama.

Egy Maulana Vikri catatkan debut usai masuk pada menit ke-19 menggantikan Denys Balan.

Egy Maulana Vikri sempat melepas satu tembakan terarah ke gawang lawan sebelum digantikan pada menit ke-83.

Ketiganya adalah Fadhli Shas, Wan Zack Haikal, dan Irfan Fazail.

Seperti yang diketahui, ketiganya bergabung dengan FC Vion Zlate Moravce pada September 2011.

Ketiganya bisa bergabung ke FC Vion Zlate Moravce melalui program tim Harimau Muda.

Namun, karier Wan Zack Haikal, Fadhli Shas, dan Irfan Fazail, di FC Vion Zlate Moravce tak berlangsung lama.

Ketiganya keluar dari FC Vion Zlate Moravce pada 1 Januari 2012.

Artinya, Wan Zack Haikal, Fadhli Shas, dan Irfan Fazail hanya 4 bulan berada di klub Liga Slovakia tersebut.

Irfan Fazail hanya mendapatkan dua penampilan dengan durasi waktu empat atau lima menit per pertandingan.

Hal inilah yang kemudian jadi keprihatinan mereka atas pemain-pemain Malaysia.

Para pemain Indonesia dan Thailand tunjukkan tajinya bersama klub-klub luar negeri.

Egy Maulana Vikri bagi mereka jadi simbol kemajuan para pemain muda kawasan ASEAN yang berjaya di luar negeri.

"Keberhasilan Egy terus menunjukkan peningkatan setelah peningkatan yang dihasilkan oleh pemain muda dari negara-negara di Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Thailand," tulis media Harimau Malaya pada Selasa (16/8/2022).

Satu pemain Indonesia yang berhasil unjuk kebolehan di Eropa adalah Witan Sulaeman.

Witan Sulaeman mendapatkan 16 menit bermain pada laga perdana bersama AS Trencin.

Dirinya turun pada laga perdana Liga Slovakia melawan Ruzomberok yang berakhir 0-0.

Dua pemain Indonesia lain yang bersinar adalah Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan.

Asnawi Mangkualam mempermanenkan status sebagai bek kanan utama usai tampil 20 kali musim ini bersama Ansan Greeners di Liga 2 Korea Selatan.

Sementara itu, belum ada pemain Malaysia yang konsisten mendapatkan menit bermain di luar negeri.

Para pemain Malaysia gagal memanfaatkan kesempatan tampil di luar negeri saat direkrut klub-klub dari Portugal, Belgia, Bosnia, hingga Jepang.

Tak ada satupun pemain Malaysia kekinian yang bisa mempermanenkan statusnya di tim tersebut karena banyak faktor.

Luqman Hakim contoh terbaiknya. Striker timnas U-23 Malaysia ini masih gagal tunjukkan performa terbaiknya bersama K.V Kortrijk di Liga Belgia.

Luqman Hakim juga gagal tunjukkan konsistensi permainan yang diinginkan klubnya saat ini dan tim nasional saat bertanding di Piala Asia U-23 2022.

"Striker tim nasional U-23, Luqman Hakim yang bersama K.V. Kortrijk di Liga Belgia masih gagal menunjukkan konsistensi yang diinginkan klub dan juga saat mewakili negaranya di beberapa turnamen sebelumnya seperti Piala Asia U-23 2022," tulis Harimau Malaya.

Karena hal tersebut, mereka pun sangat khawatir dengan masa depan sepak bola Malaysia yang bakal jauh tertinggal dengan Indonesia di masa depan.

"Deretan pemain muda Indonesia yang berkualitas ini akan menjadi ancaman besar bagi skuat nasional di masa depan," tulis Harimau Malaya.

Mereka pun menuntut agar ada perbaikan segera di tubuh sepak bola Malaysia.

Hal ini agar ketertinggalan mereka dari timnas Indonesia bisa segera terkejar.

"Perlu dilakukan sesuatu agar perkembangan pemain muda Malaysia juga berada di grup ini dan dalam kondisi yang baik serta mampu memberikan efek positif bagi kebangkitan tim sepak bola Harimau Malaya di masa depan," tutup laporan Harimau Malaya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama