4 Alasan Kuat Wacana Naturalisasi Timnas U-19 Harus Dibatalkan


Ada empat alasan kuat mengapa wacana untuk naturalisasi pemain Timnas Indonesia U-19 yang diajukan pelatih Shin Tae-yong harus segera dibatalkan.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, Shin Tae-yong meminta kepada PSSI untuk melakukan naturalisasi pada pemain keturunan yang masih berusia muda U-19.

Alasannya, skuat Timnas Indonesia U-19 saat ini belum ada di level yang baik untuk bersaing di Piala Dunia U-20 2023, bahkan mereka gagal ke semifinal Piala AFF U-19.

Di sisi lain, PSSI menuntut adanya prestasi dari Shin Tae-yong. Maka, guna mencapai hasil yang diinginkan, ia meminta pemain berpengalaman di Eropa untuk naturalisasi.

Namun, komentator dan pengamat selak bola Indonesia, Tommy Welly alias Bung Towel blak-blakan menolak naturalisasi Timnas U-19 untuk Piala Dunia U-20.

Setidaknya, ada empat alasan kuat yang diajukan Bung Towel untuk menolak wacana program naturalisasi Timnas Indonesia U-19.

"Satu, naturalisasi di Timnas junior tidak lazim," tegas Bung Towel, sembari merilis sejumlah tim junior yang pernah main di Piala Dunia U-20 tanpa naturalisasi.

"Kedua, tidak cukup fair buat anak muda, buat bakat anak-anak kita saat ini," tambah komentator sepak bola asal Indonesia itu.

"Ketiga, bukan salah mereka kalau mereka saat ini masih kurang dan dianggap belum siap untuk Piala Dunia U-20," tambahnya.

Ya, kualitas pemain muda berbanding lurus dengan fasilitas yang tersedia, dan jalannya kompetisi berjenjang. Dua hal ini yang mesti jadi perhatian PSSI, bukan soal naturalisasi..


Pelatih Timnas Indonesia U-19 Shin Tae-yong.

Bung Towel: Buat Apa Kontrak Shin Tae-yong Mahal

Alasan keempat yang membuat Bung Towel tegas menolak naturalisasi untuk Timnas Indonesia U-19, yakni karena PSSI sudah mengontrak pelatih kaliber Shin Tae-yong.

"Keempat, datangnya Shin Tae-yong sebetulnya ditujukan untuk melengkapi, mempersiapkan, meningkatkan kualitas anak-anak kita," ungkap Bung Towel.

"Tetapi kalau ujung-ujungnya naturalisasi, menurut saya Timnas dan Piala Dunia U-20 memang dijadikan orientasi target, hanya kemenangan," sindir sang komentator lagi.

"Meski nanti kemenangannya adalah bukan kemenangan sepak bola Indonesia, karena dari sisi development, anak-anak kita akan banyak yang tersingkir karena naturalisasi."

Kehadiran Shin Tae-yong yang pernah membawa Timnas Korea Selatan meraih prestasi di Piala Dunia, justru seharusnya bisa membawa Timnas Indonesia bersinar.

"Ngapain kita mengontrak Shin Tae-yong, pelatih dengan kaliber Piala Dunia, mahal, pakai uang negara, tetapi ujung-ujungnya naturalisasi," ucap Bung Towel kecewa.

Wajar jika Timnas Indonesia U-19 belum siap di Piala Dunia U-20, karena belum memiliki pengalaman berkompetisi di level dunia, dan contoh yang baik dari para senior.

Maka, tugas Shin Tae-yong yang pernah membesut Timnas Korea Selatan di Piala Dunia, untuk membuat Timnas Indonesia U-19 siap menghadapi tantangan itu.

"Jadi kalau mereka (Timnas U-19) saat ini belum siap untuk Piala Dunia U-20, masih kurang, itu normal, makanya didatangkan pelatih kaliber Shin Tae-yong," imbuhnya.

"Supaya yang belum siap itu bisa dirapikan, bisa disempurnakan, apa yang kurangnya ditambahkan, yang belum siap disiapkan, begitu hakikat datangnya Shin Tae-yong."


Ketum PSSI Mochamad Iriawan tentang kesiapan bergulirnya kompetisi Liga 1 2022/2023 di Kantor Kemenpora, Selasa (19/07/22). Foto: Zainal Hasan/INDOSPORT

PSSI Beri Restu Naturalisasi Timnas U-19

Sebagaimana diketahui, pelatih kepala Timnas Indonesia U-20, Shin Tae-yong kembali meminta pemain keturunan untuk dinaturalisasi, jelang Piala Dunia U-20 2023.

Shin Tae-yong telah membatalkan proses naturalisasi tiga pemain yaitu Kai Boham, Jim Croque, dan Max Christoffel, karena dinilai belum layak dan memenuhi standar.

Dalam rapat koordinasi dengan PSSI pada Rabu (20/7/22) di Jakarta, Shin Tae-yong mengaku bahwa ia sudah memiliki daftar pemain bidikan untuk program naturalisasi.

"STY juga bicara soal naturalisasi. Saat ini sudah ada beberapa pemain yang menjadi bidikannya," tertulis dalam situs resmi PSSI.

"Terkait naturalisasi ini, Iriawan (Ketua Umum PSSI) meminta nama calon pemain naturalisasi itu harus sudah final pada bulan Agustus," update terakhir dari laman PSSI.