3 Bek Liga Eropa Untuk Timnas Indonesia Jika Proses Naturalisasi Jordi Amat Batal


Melihat tiga bek keturunan Indonesia yang masih berkompetisi di Liga Eropa dan bisa jadi opsi timnas andai proses naturalisasi Jordi Amat terancam tidak dilanjutkan. Siapa saja mereka?

Seperti diketahui, sejak mengumumkan kepindahannya ke klub Johor Darul Takzim di Liga Malaysia, nasib naturalisasi Jordi Amat kini sedang jadi pro kontra.

Jordi Amat memang sempat dielu-elukan bakal segera menjadi WNI, dan berkat pengamalannya tampil di kompetisi Eropa diharapkan Jordi Amat dapat meningkatkan prestasi timnas Indonesia.

Namun setelah kontraknya bersama klub Eropa berakhir, Jordi Amat membuat kejutan dengan bergabung bersama Johor Darul Takzim ketimbang bertahan di kompetisi benua biru.

Bek kelahiran Spanyol itu masuk sebagai pemain ASEAN, tapi memiliki kualitas level Eropa, itulah yang tim Malaysia inginkan.

Melihat Malaysia meraup keuntungan dari proses naturalisasi Jordi Amat, masyarakat pun jadi terpecah, ada yang pro dan kontra.

Banyak suara yang menyatakan agar PSSI menarik proses naturalisasi Jordi Amat, dan ia tidak bisa membela Timnas Indonesia.

Bahkan Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, dengan tegas meminta agar naturalisasi pemain itu dibatalkan.

“Saya setuju naturalisasi Jordi Amat dibatalkan. Kita minta STY dan Kemenpora bersikap tegas,” ungkap Syaiful Huda dalam unggahan Instagramnya.

Meski belum ada keterangan pasti terkait kabar naturalisasi Jordi Amat, namun jika memang benar sang pemain batal untuk ganti kewarganegaraan sejatinya pelatih Timnas Indonesia tak harus pusing untuk cari pengganti.

Pasalnya, ada cukup banyak pemain keturunan di Eropa yang bisa jadi opsi selain Jordi Amat. Lantas siapa sajakah mereka? Berikut INDOSPORT coba merangkum serta mengulas:


Pemain FC Emmen Keziah Veendorp yang memiliki darah keturunan Indonesia

Calvin Verdonk

Nama pertama adalah Calvin Verdonk. Pemain berusia 25 tahun ini bisa jadi opsi Timnas Indonesia sebagai pengganti Jordi Amat andai proses naturalisasinya gagal dilanjutkan.

Dilansir dari laman Transfermarkt, diketahui bahwa Calvin Verdonk merupakan pemain yang masih memperkuat tim kasta teratas Liga Portugal, Famalicao.

Namun di musim 21/22 lalu, Calvin Verdonk jalani masa peminjaman dengan memperkuat tim Eredivisie Belanda, NEC Nijmegen.

Walau berstatus pinjaman, namun Calvin Verdonk tampil cukup impresif dengan menorehkan 24 pertandingan dan mencetak 2 gol di semua kompetisi.

Dengan kemampuannya yang bisa bermain sebagai bek tengah, bek sayap hingga winger, tampaknya Calvin Verdonk bisa jadi pilihan sempurna buat Shin Tae-yong untuk memperkokoh Timnas Indonesia.

Calvin Verdonk diketahui memiliki darah Indonesia, bahkan sang kakak yakni Darryl Verdonk mengakui jika dia dan sang adik sama-sama punya keturunan Indonesia.

"Ya, kami berdua (Calvin dan Darryl) memiliki darah Indonesia,” ucap Darryl Verdonk kepada INDOSPORT pada 2019 lalu.

Keziah Veendorp

Berikutnya ada Keziah Veendorp. Pemain berusia 25 tahun ini juga bisa dilirik Shin Tae-yong lantaran memiliki catatan bermain cukup apik di kompetisi Eropa terutama di Liga Belanda.

Total selama lima musim memperkuat FC Emmen, bek yang bisa bermain sebagai central defender serta wingback tersebut mampu catatkan 137 caps dengan torehan 3 gol dan 7 assists.

Bahkan di musim 21/22 lalu, Keziah Veendorp bermain dalam 19 pertandingan dan membantu FC Emmen menjuarai Eerste Divisie yang artinya berhak promosi ke Eredivisie musim depan.

Meski jadi salah satu pemain penting di Liga Belanda, namun Keziah Veendorp sempat mengutarakan hasratnya untuk menjadi WNI dan memperkuat Timnas Indonesia di ajang internasional

"Saya ingin menjadi warga negara Indonesia dan membela Timnas. Tetapi saya masih harus mengurusi paspor saya terlebih dahulu," ucap Keziah Veendorp kepada redaksi INDOSPORT pada 2019 lalu.

Dengan statistik impresif plus niat kuatnya untuk memperkuat Timnas Indonesia, tidak ada salahnya jika Keziah Vendorp layak dipilih sebagai opsi pengganti Jordi Amat.


Matthew Steenvoorden pemain SC Cambuur Leeuwarden.

Matthew Steenvoorden

Terakhir adalah Matthew Steenvoorden. Bek berdarah Semarang yang bisa jadi opsi Timnas Indonesia andai proses naturalisasi Jordi Amat dibatalkan.

Walau sudah berusia 29 tahun, namun pengalamannya yang selalu tampil di kasta teratas Liga Kroasia bersama HNK Gorica sejak musim 2019 silam, bisa jadi penilaian positif untuk tim pelatih.

Di musim 21/22 lalu, Matthew Steenvoorden yang bisa bermain sebagai bek tengah dan gelandang bertahan ini sudah tampil dalam 25 pertandingan dan memberikan satu assists buat HNK Gorica.

Kepada INDOSPORT, jebolan Feyenoord Rotterdam itu mengaku mempunyai darah Indonesia dari sang kakek yang berasal dari Jawa Tengah, tepatnya di Semarang.

Berbekal silsilah tersebut, Matthew Steenvoorden pun tak ragu mengutarakan niat untuk membela Timnas Indonesia dan membuat keluarganya di Indonesia bangga.

"Saya punya darah Indonesia yang berasal dari kakek saya. Ia lahir di Semarang. Saya ingin membantu Timnas dan membuat keluarga saya bangga," ucap Matthew Steenvoorden.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama