Tampil Oke di Lima Liga Top Asia, Gelandang Muda Indonesia Berharap Dilirik Shin Tae-yong


Penggawa klub Liga Super Qatar, Qatar SC, yakni Khuwailid Mustafa Ibrahim rupanya masih punya mimpi untuk membela timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong.

Sampai saat ini ia sama sekali belum menerima panggilan resmi dari sang pelatih ataupun PSSI kendati telah mengirim sinyal positif.

Padahal Khuwailid baru saja menjalani musim yang cukup oke bersama Qatar SC sepanjang 2021/2022 lalu dimana klub tersebut finis di urutan sembilan liga domestik.

Khuwailid menuntaskan 14 pertandingan berdurasi 534 menit serta sempat membukukan masing-masing satu gol dan assist.

Catatan tersebut mungkin terlihat kurang mewah namun patut dipahami jika Liga Super Qatar levelnya jauh dibanding Liga 1 yang mana jadi kompetisi utama pemasok pemain timnas Indonesia.

Qatar menempati posisi lima besar daftar negara Asia dengan koefisien liga terbaik bersaing bersama Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang, dan Iran.

Sementara itu Indonesia harus puas berada di bottom half tepatnya di peringkat 26 dari total 41 negara yang tergabung bersama AFC, asosiasi sepak bola tertinggi Benua Kuning.

Khuwailid Mustafa Ibrahim juga harus bersaing dengan sejumlah pemain berkualitas yang dimiliki Qatar SC di lini tengah terutama eks Bayern Munchen dan timnas Spanyol, Javi Martinez.

Secara postur saja pemain kelahiran Aceh 22 tahun lalu itu saja sudah kalah karena hanya bertinggi badan 174 cm.

Statistik Khuwailid di musim 2021/2022 sudah jauh lebih membaik ketimbang di musim sebelumnya dimana hanya ada tiga laga yang bisa ia mainkan.

Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong bersama Fachruddin Aryanto.

Tunggu Restu Pelatih

Tidak heran jika kemudian Khuwailid Mustafa Ibrahim berharap dapat setidaknya masuk dalam perhitungan Shin Tae-yong saat menentukan komposisi skuat timnas Indonesia.

Ayah dari Khuwailid mengkonfirmasi jika putranya punya ambisi untuk bisa mengenakan kostum dengan lambang Garuda di dada.

Hanya saja impian tersebut tidak akan bisa terwujud apabila timnas Indonesia dan PSSI memberi lampu hijau.

Pihak orangtua Khuwailid juga tegas menolak klaim jika panggilan sudah datang namun si pemain lebh memilih untuk membela timnas Qatar.

"Insyaallah, Insyaallah, semoga. Doakan saja ya. Tapi kami masih menunggu surat resminya dahulu, karena baru tanya-tanya kemarin,” beber ayah Khuwailid, Mustafa Ibrahim, kala ditemui awak media pada 2021 lalu.

"Ya pernah kontak (staf timnas Indonesia, Nova Arianto) mananyakan infornasi tentang Khuwailid lewat chat WA dan sudah saya balas, mungkin ada yang belum terjawab," tambahnya lagi.

Sementara itu keterangan dari salah satu EXCO PSSI yakni Hasani Abdulgani menyatakan jika saat ini Khuwailid Mustafa Ibrahim hanya memang belum diminati Shin Tae-yong saja.

Andai sang juru taktik memang ingin membawanya ke timnas Indonesia maka sejak lama permintaan pada federasi untuk melakukan kontak pasti ada.

"Orang tuanya bilang ke saya sih oke, saya belum akan berkomunikasi kalau tidak ada permintaan dari pelatih untuk keperluan timnas kan namanya datang dari Shin Tae-yong," ujar Hasani.

Patut ditunggu bagaimana kelanjutan mimpi Khuwailid Mustafa Ibrahim berbaju timnas Indonesia selanjutnya. Apakah akan diberi lampu hijau oleh Shin Tae-yong? Atau justru tidak.

Menerka duet pertahanan Timnas Indonesia usai kedatangan Mees Hilgers.

Mees Hilgers Berpeluang Bela Raksasa Belanda

Bursa transfer musim panas kali ini bisa menjadi momen yang besar bagi calon penggawa timnas Indonesia yakni Mees Hilgers.

Pasalnya ia dirumorkan tengah menjalani negosiasi untuk pindah klub dari TC Twente menuju Feyenoord Rotterdam.

Kabar mendekatnya Hilgers ke stadion De Kuip dikonfirmasi oleh 1908.nl pada Minggu (19/06/22) lalu.

Sumber tersebut memastikan jika Feyenoord dan Hilgers sedang serius berdiskusi perkara transfer dan si pemain benar-benar mau untung hengkang dari Twente.

Kabar minat Feyenoord pada bek sentral berusia 21 tahun itu memang bukan sesuatu yang baru mengingat pada medio Desember 2021 silam isu serupa sudah sempat beredar.