Sosok Penghancur Timnas Indonesia Resmi Angkat Kaki dari Kursi Pelatih Kepala Timnas U-23 Thailand

Setelah tampil impresif di SEA Games 2021, timnas U-23 Thailand harus mengalami nasib mengenaskan di Piala Asia U-23 2022.

Skuad muda tim berjuluk Gajah Perang bahkan gagal melewati babak penyisihan grup ajang bergengsi se-Asia tersebut.

Saat berjuang di SEA Games, timnas U-23 Thailand ditukangi oleh Mano Polking, menyusul keberhasilan menjuarai Piala AFF 2020.

Namun, kursi pelatih kepala timnas U-23 Thailand kembali bergeser kepada Worrawoot Srimaka kala tampil di Piala Asia U-23 2022.

Worrawoot Srimaka mungkin bukan sosok asing bagi penggemar sepak bola Indonesia.

Dirinya pernah menjadi momok menakutkan bagi timnas Indonesia saat masih aktif menjadi pemain.

Salau satu momen yang paling diingat ketika final Piala AFF 2000.

Worrawoot Srimaka mencetak hattrick ke gawang timnas Indonesia yang dikawal Hendro Kartiko sekaligus mengubur mimpi juarat tim Merah Putih.

Worrawoot Srimaka sendiri kembali dipercaya memimpin timnas U-23 Thailand sejak Agustus 2021.

Namun, kariernya bersama tidak berjalan dengan baik sampai puncaknya di Piala Asia 2022 beberapa waktu lalu.

Thailand U-23 asuhan Worrawoot Srimaka harus tersingkir lebih awal dari babak penyisihan Grup C Piala Asia.

Mereka menempati peringkat ketiga di bawah Korea Selatan dan Vietnam.

Pencapaian ini membuat banyak penggemar Thailand kecewa hingga menyebabkan gelombang kritik besar-besaran.

Beberapa waktu lalu, pelatih berusia 50 tahun itu bahkan sampai melaporkan ke polisi soal kritikan yang dianggap berlebihan.

Setelah mendapat tekanan besar, Worrawoot Srimaka akhirnya mengajukan pengunduran dirinya ke Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), Kamis (30/6/2022).

Dia resmi meninggalkan kursi pelatih kepala timnas U-23 Thailand.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Nyonya Pang (manajer timnas Thailand) karena telah memberi saya kesempatan untuk kembali bekerja dengan warna tim nasional," tulis Srimaka.

"Saya merasa terhormat dan bangga berada di sini, bekerja dari putaran akhir di Mongolia hingga babak final di Uzbekistan."

"Saya berterima kasih kepada staf pelatih dan para pemain yang berjuang bersama," imbuhnya.

Merespon pengunduran diri tersebut, Madam Pang pun angkat bicara.

"Dia adalah orang yang sangat berdedikasi dan jujur. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus atas usahanya."

"Ada jalan yang sangat panjang di depan. Saya berharap Pelatih Srimaka sukses di jalan yang dipilih," ucap Madam Pang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama