Shin Tae-yong dan Kekuatan Terbesarnya

Pelatih timnas U-23 Indonesia Shin Tae-yong (PSSI)

Sosok Shin Tae-yong benar-benar berusaha merevolusi sepak bola Indonesia.

Portofolio Shin Tae-yong saat menjadi juru latih membuktikan jika dia bukan orang sembarangan.

Shin mampu membawa timnas Korea Selatan mengalahkan Jerman pada Piala Dunia 2018.

Bahkan dia menambah luka bagi tim Die Mannschaft dengan dua gol pada masa injury time babak kedua.

Kemenangan 2-0 timnas Korsel membawa mereka finish satu peringkat di atas Jerman pada Grup F.

Namun, timnas Korsel dan Jerman harus sama-sama tersingkir dari babak penyisihan grup.

Kisah legendaris ini yang membuat suporter Indonesia menggantungkan mimpi kepada Shin Tae-yong.

Harapan itu semakin tinggi setelah timnas Indonesia sukses menahan Vietnam di babak penyisihan grup Piala AFF 2020.

Sosok yang saat ini berusia 51 tahun ini menunjukan kembali taktik cerdiknya.

Pada partai Final Piala AFF 2020, timnas Indonesia yang pada leg pertama kalah telak 4-0 justru mampu bangkit.

Skuad Garuda akhirnya bisa menahan imbang timnas Thailand di leg kedua dengan skor akhir 2-2.

Dengan skuad yang hampir sama, dia membawa medali perunggu bagi timnas Indonesia di ajang SEA Games 2021.

Sebenarnya pada ajang ini, skuad Garuda ditargetkan untuk meraih medali emas.

Gagal mendapatkan target medali emas, dia kemudian mendapat serangan dari netizen Indonesia.

Hal ini merupakan puncak dari kejenuhan suporter Indonesia yang melihat skuad Garuda belum juga menjadi raja sepak bola Asia Tenggara.

Padahal, mereka sangat berharap Shin Tae-yong bisa cepat membawa timnas Indonesia jadi musuh paling disegani dan sejajar dengan Thailand atau Vietnam.


Sejumlah suporter timnas Indonesia nampak menyuarakan dukungannya di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, 1 Juni 2022. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

Perlu disadari, Shin Tae-yong tidak hanya mengandalkan formasi 4-3-3 yang jadi andalannya.

Namun, dia benar-benar sukses menjadi sosok kepercayaan suporter Indonesia.

Dia kemudian membalas serangan dari kritik keras terkait performa timnas Indonesia di SEA Games 2021.

Bagai seorang yang mengenakan ban kapten di lapangan, dia meminta netizen untuk tetap yakin dan memberikan pesan tegas.

Shin meminta netizen yang juga suporter Indonesia ini agar menyuarakan terkait pembangunan training center.

Momentun ini semakin sempurna saat timnas Indonesia gagal melaksanakan latihan jelang melawan Bangladesh pada ajang FIFA Matchday dengan alasan lapangan di Stadion Madya gagal dipesan karena sudah ada yang menggunakan.

"Sebenarnya lebih baik netizen berbicara (menekan federasi) tentang training center. Jadi bicara ke PSSI sehingga PSSI mewujudkan training center," ujar Shin Tae-yong.

Sejak komando itu turun, laman instagram PSSI dan Ketua Umum (Ketum) PSSI, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga langsung dibanjiri komentar netizen.

Mereka dengan harapan yang sama menggunakan tagar #trainingcenter langsung meramaikan kolom komentar.

Langkah ini berhasil membuat petinggi PSSI dan Kemenpora bergerak cepat.

Pada tanggal 31 Mei 2022, akhirnya training center akan segera terwujud.

Traning center ini terletak di kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Rencananya tempat ini akan menjadi training center timnas U-19 Indonesia untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023.

Bebicara terkait training center, dua tim kuat Asia Tenggara yakni timnas Thailand dan Vietnam sudah memiliki.

Bahkan, timnas Myanmar juga sudah memiliki training center.

Bukan negara yang kuat secara finansial, mereka mendapatkan bantuan pendanaan langsung dari FIFA.

Setidaknya, ada usaha sangat keras dari federasi Myanmar (MFF) untuk mengusahakan agar memiliki timnas yang lebih kuat dan tidak selalu jadi ladang gol tim kuat.

Pembangunan traning center mungkin tidak akan menjamin timnnas Indonesia langsung jadi poros terkuat sepak bola Asia Tenggara.

Namun, setidaknya target jadi juara pada setiap kejuaran ada kesinambungan dari semua pihak.

Hampir semua ajang timnas Indonesia diharapkan menjadi juara.

Pada akhirnya kesalahan dasar seperti salah passing dan salah posisi selalu menghiasi komentar setelah laga.

Sedikit menjadi pengingat, kontrak Shin Tae-yong akan habis pada 31 Desember 2023.

Sehingga, kita masih setidaknya melihat pria kelahiran Gyeongbuk ini adu taktik dengan pelatih timnas lain hingga tahun depan.

Namun, Shin Tae-yong sudah menuliskan namanya dalam usaha pengembangan sepak bola Indonesia.

Atau minimal menjadi perwakilan suporter yang benar-benar ingin ada perubahan dan suaranya di dengar oleh petinggi sepak bola tanah air.

Sudah sering suporter Indonesia memasang harapan tinggi.

Setidaknya, mereka masih memiliki mimpi yang diserahkan di pundak Shin Tae-yong.

Hal ini tertuang dalam pernyataan Shin Tae-yong saat menggerakan netizen untuk meminta pembangunan training center.

Dia hanya ingin sepak bola Indonesia menjadi lebih cerah.

Bukankan ini sama saja dengan mimpi suporter Indonesia yang menyisihkan uangnya hanya untuk melihat timnas Indonesia di lapangan?

Bedanya, Shin Tae-yong mendapatkan dukungan penuh dan menjadi sosok kepercayaan suporter Indonesia.

Dengan dukungan ini, harusnya Shin Tae-yong paham jika apa yang dia lakukan ada kekuatan besar yang masih mendukung yakni suporter Indonesia.

"Jadi bisa mengembangkan sepak bola Indonesia dan akan lebih cerah masa depan sepak bola Indonesia," tegas Shin Tae-yong.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama