Pemain Nepal Banyak Yang Mundur Jelang Lawan Timnas Indonesia



Kabar kurang sedap berhembus dari tim nasional Nepal pada kualifikasi Piala Asia 2023. Sedikitnya 10 pemain memutuskan mundur dari timnas jelang laga kontra timnas Indonesia pada laga pamungkas Grup A.

Dilansir Online Khabar, Senin (13/6/2022), sebanyak 10 pemain pilar Nepal berselisih dengan sang pelatih Abdullah Al-Mutairi. Perseteruan dipicu masalah penginapan pemain selama turnamen.

“Kami bangga mewakili Nepal, kami amat menyukainya sehingga kami terkadang mengabaikan karier kami di klub, kami bersedia bermain untuk negara kapanpun tanpa diminta, tapi cara kami diperlakukan oleh pelatih sangat menjijikan,” tulis pernyataan resmi perwakilan pemain, dikutip sumber yang sama.

Salah satu peman yang dikabarkan myang paling terlibat dalam perselisihan pemain dengan pelatih adalah Rohit Chand yang bermain di Liga Indonesia bersama Persik Kediri. Eks pemain Persija Jakarta itu mulanya bertanya kepada pelatihnya perihal tempat penginapan para pemain selama pemusatan latihan.

Al-Mutairi selaku pelatihnya pun menjawab para pemain Timnas Nepal akan menginap di asrama federasi. Chand beserta para pemain lain pun geram. Asrama federasi sepak bola Nepal (ANFA) dinilai tidak memiliki fasilitas yang layak. Al-Mutairi kemudian malah mengusir para pemainnya yang tidak mau menginap di asrama federasi.

“Kami ingin mengadakan diskusi dengan pelatih, tetapi dia tidak mendengarkan, ANFA juga tidak, dan itulah mengapa kami harus pergi, kami sebenarnya tidak mau, tetapi kami tidak diperlakukan dengan baik,” sambung pernyataan tersebut.

“Dia (Al-Mutairi) mengatakan bahwa kami memulai perang, tetapi dia akan mengakhirinya,” tuturnya.

Kabar keretakan di kubu Nepal ini tentu saja menjadi angin segar bagi timnas Indonesia. Pasalnya, skuad Garuda tidak hanya butuh kemenangan namun juga perolehan gol sebanyak-banyaknya untuk menjaga peluang lolos ke putaran final.

Nepal sendiri sudah tidak memiliki peluang untuk lolos lantaran sudah menderita dua kekalahan masing-masing atas Yordania dan Kuwait.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama