Pelatih Timnas Nepal: Timnas Indonesia Mempersulit Persaingan


Pelatih tim nasional Nepal, Abdullah Al Mutairi, menyebut timnas Indonesia mempersulit persaingan di Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 usai menaklukkan Kuwait.

Skuad Garuda, julukan timnas Indonesia tampil heroik saat menghadapi Kuwait di kandang mereka, Rabu (8/6/2022) malam WIB.

Dalam laga yang dimainkan di Stadion Jabers Al Ahmad, tim asuhan Shin Tae-yong melakukan comeback apik yang berhasil mencuri tiga poin.

Timnas Indonesia sempat tertinggal lebih dulu lewat gol sundulan Yousef Alsulaiman pada menit ke-41.

Tak berselang lama, Rachmat Irianto dijatuhkan di kota terlarang yang membuat wasit menunjuk titi putih.

Marc Klok maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dan mengubah papan skor menjadi imbang.

Timnas Indonesia mengunci kemenangan melalui gol Rachmat Irianto pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-46.

Ini merupakan kemenangan pertama timnas Indonesia atas Kuwait sejak 1980.

Dengan hasil ini, Marc Klok dan kawan-kawan menduduki peringkat kedua klasemen sementara Grup A.

Pelatih tim nasional Nepal, Abdullah Al Mutairi mengaku senang timnas Indonesia bisa menumbangkan Kuwait.

Meskipun sejatinya ia sedikit menyesalkan mengingat negara kelahirannya gagal mendulang hasil maksimal.

Disisi lain, bagi Abdullah Al Mutairi, kekalahan Kuwait memicu semangat timnas Nepal memetik poin penuh seperti Indonesia pada matchday kedua nanti.

Jika Nepal mampu mencuri tiga poin dari Kuwait, maka akan membuka peluang lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

"Saya mengatakan ini bukan karena saya menentang Kuwait, tetapi karena kekalahan Azraq adalah penting untuk timnas Nepal," katanya dikutip dari Alanba.

Lebih lanjut, Abdullah Al Mutairi memprediksi pertandingan melawan Kuwait bakal berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama membidik kemenangan perdana.

Nahkoda kelahiran 18 Desember 1981 ini juga menilai Bader Al Mutawan Cs akan tampil habis-habisan demi membayar kekecewaan suporter tuan rumah.

Meski begitu, dia menegaskan persiapan timnas Nepal sudah matang untuk menghadapi Al Azraq, julukan Kuwait.

Apalagi timnas Nepal datang ke Kualifikasi Piala Asia tanpa beban. Dalam artian, mereka hanya menggunakan ajang ini sebagai sarana untuk membangun regenerasi timnas.

"Nepal datang tanpa tekanan. Kami sedang mempersiapkan pemain untuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Ada 11 pemain baru dan rataan umur skuat kami adalah 21 tahum," pungkasnya.

Keputusan Abdullah Al Mutairi membawa pemain muda sendiri menimbulkan polemik dari penggemar sepak bola Nepal.

Sebab, dirinya tak menyertakan total 11 pemain yang sebelumnya sudah menjadi langganan timnas Nepal, termasuk Eks Persija Rohit Chand.

Kondisi ruang ganti timnas Nepal yang tak kondusif disebut-sebut sebagai penyebab kepergian 11 pemain senior tersebut.

Rohit Chand dam rekan-rekan awalnya sempat mengikuti pemusatan latihan namun diusir oleh sang pelatih.

Konflik yang terjadi di antara pemain dan pelatih ini sampai harus diselesaikan oleh Federasi Sepak Bola Nepal (ANFA).

Sebelum konflik dengan para pemain, Abdullah Almutairi juga sempat membuat geger karena komentar kontroversialnya.

Dia secara terang-terangan menyatakan bahwa Nepal tidak akan lolos ke Piala Asia 2023.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama