Pelajaran dari Singapura, Sia-siakan Peluang Timnas Indonesia Bisa Dihukum Kuwait


Timnas Indonesia bisa memetik pelajaran dari Singapura yang bertanding melawan Kuwait, pada Rabu (1/6/2022), guna bisa menang saat Kualifikasi Piala Asia 2023.

Kuwait baru saja menang atas Singapura dengan skor 2-0 di Stadion Al Nahyan, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu malam.

Meski menang, namun Singapura punya beberapa peluang untuk mencetak gol.

Setidaknya hal ini yang digambarkan oleh kiper Singapura, Hassan Suni.


The Lions mesti kebobolan lewat tendangan mati di babak pertama dan pada menit-menit akhir babak kedua meski menguasai jalannya laga.


“Mengingat bahwa kami hanya memiliki dua sesi penuh dengan pelatih sebagai sebuah tim, saya menegaskan kami telah bermain dengan baik," kata Hassan Sunny dilansir BolaSport.com dari laman resmi FA Singapura.

"Kami memiliki banyak peluang, terutama di babak pertama, tetapi tidak klinis."

"Skor tidak mencerminkan bagaimana pertandingan berjalan."

"Ini adalah pertanda baik bahwa kami mengendalikan permainan dan kami akan bekerja keras dalam beberapa hari ke depan sebelum kualifikasi," tambahnya.

Senada dengan Sunny, pelatih Singapura Takayuki Nishigaya juga memuji permainan anak asuhnya.

"Para pemain menerapkan apa yang saya minta dan saya senang melihatnya,” ujar Nishigaya.

"Kami mampu menguasai bola dengan tekanan tinggi kami, pada pada saat yang sama kami sering kehilangan bola di tengah. Jadi, kami harus meningkatkan upaya untuk mendapatkan gol."


Bintang Timnas Singapura Ikhsan Fandi (kanan) menguasai bola saat melawan Kuwait dalam FIFA Matchday di Abu Dhabi, Rabu (1/6/2022).Bintang Timnas Singapura Ikhsan Fandi (kanan) menguasai bola saat melawan Kuwait dalam FIFA Matchday di Abu Dhabi, Rabu (1/6/2022). (FAS.ORG.SG)

"Kami menciptakan banyak peluang dan saya senang melihatnya, tapi tentu saja kami harus mencetak gol. Saya percaya pada striker kami," tambahnya.

Singapura tidak cukup klinis untuk mencetak gol, sehingga mereka dihukum Kuwait dengan dua kesalahan.

Hal ini jadi pelajaran buat timnas Indonesia saat melawan Kuwait di Kualifikasi Piala Asia 2023 nanti.

Selain jadi tuan rumah, Kuwait jadi salah satu lawan terkuat Indonesia di grup A Kualifikasi Piala Asia 2023.

Timnas Indonesia sendiri masih punya pekerjaan rumah besar untuk memanfaatkan serangkaian peluang jadi gol saat lawan Bangladesh, Rabu (1/6/2022).

"Kami bertanding di kandang sendiri, seharusnya kami menang dengan skor bagus, tetapi kami tak bisa mendapatkan hasil yang baik, jadi saya mohon maaf," ucap Shin Tae-yong seusai laga.

"Memang ini uji coba sebelum berangkat ke Kuwait untuk Kualifikasi Piala Asia 2023."

(Dari kiri ke kanan) Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Muhammad Rafli, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, Marc Klok, Saddil Ramdani, Irfan Jaya, Stefano Lilipaly, Nadeo Argawanita, sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya (skuat timnas Indonesia/skuad timnas Indonesia)(Dari kiri ke kanan) Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Muhammad Rafli, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, Marc Klok, Saddil Ramdani, Irfan Jaya, Stefano Lilipaly, Nadeo Argawanita, sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya (skuat timnas Indonesia/skuad timnas Indonesia) (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

"Seharusnya kami menang tiga sampai empat gol untuk memberikan kebahagiaan pada fans, tetapi kami tak bisa melakukan itu," tambahnya.

Shin Tae-yong bahkan menyoroti khusus kegagalan lini serangnya mencetak gol.

Khususnya, barisan penyerang yang dihuni Dimas Drajad dan Stefano Lilipaly, Shin mengaku belum puas.

"Dimas (Drajad) dan (Stefano) Lilipaly, memang sebagai striker harusnya bisa buat peluang," ucap Shin Tae-yong.

"Tetapi mereka tidak bisa membuatnya untuk hari ini."

"Sampai saat ini mereka belum memenuhi ekspektasi saya," tambahnya.

Timnas Indonesia perlu menyelesaikan masalah lini serang mereka, agar tidak dihukum oleh Kuwait.


BolaSport.com

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama