Eks Timnas Indonesia Jhonny van Beukering Kini Jadi Satpam Klub Striptis


Masih ingat striker naturalisasi Timnas Indonesia Jhonny van Beukering? Nasibnya kini miris sekali karena bekerja sebagai penjaga keamanan klub striptis.

Van Beukering jadi anggota skuad Piala AFF 2012 kala PSSI era Djohar Arifin menaturalisasinya. Saat itu PSSI memang dilanda dualisme sehingga tidak bisa memanggil semua pemain terbaiknya.

Sayangnya, karier Van Beukering tak berjalan manis karena dia cuma bermain sekali di Piala AFF dan Indonesia tersingkir di fase grup. Setelah itu, Van Beukering diangkut oleh Pelita Jaya.

Lagi-lagi, garis tangannya tidak mujur karena cuma bermain dua kali dan pindah ke klub Dordrecht, Presikhaaf, sebelum pensiun pada 2013 di klub amatir MASV.

Jhonny van Beukering saat masih di Timnas Indonesia Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Van Beukering terpaksa pensiun karena cedera yang tak kunjung sembuh. Setelah itu Van Beukering bak hilang ditelan bumi dan tiba-tiba namanya terdengar lagi pekan ini.

Bukan karena prestasi atau pencapaian hebat lainnya, tapi karena kehidupannya yang miris saat ini. Van Beukering rupanya mengalami kesulitan keuangan.

Dia bahkan kini bekerja untuk salah satu klub striptis bernama De Nacht di kota Tilburg pada akhir pekan. Itu dilakukannya demi menghidupi pacar serta ketiga anaknya yang masih kecil.

"Ini pekerjaan yang luar biasa, bisa melihat wanita-wanita, siapa yang tidak menginginkan hal itu? Ini adalah klub terbaik yang pernah merekrut saya," ujar Van Beukering dalam wawancara dengan Voetbal Zone.

Kian mengenaskan Van Beukering juga terlilit utang sedari 2017 hingga 2021. Alhasil selain jadi satpam, Van Beukering juga melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.

Sebut saja sebagai sukarelawan di organisasi bernama Velp-Zuid, lalu pelatih tim sepakbola amatir, perawat di Klinik Kesehatan Mental, dan mengajar senam lansia di kampung halamannya, Velp. Pendapatannya pun tak sampai sejuta selama seminggu.

"Saya pindah dari surga ke neraka. Orang-orang tidak tahu seberapa kelamnya hidup saya. Saya telah kehilangan segalanya, benar-benar segalanya. Kami harus tinggal bersama keluarga dengan uang lima puluh euro (Rp778 ribu) selama seminggu," sambungnya.

"Saya berdiri di sana, di gereja atau di depan masjid, memberikan paket sembako dari Food Bank. Paket sembako yang sebenarnya saya dan keluarga butuhkan, karena kami tidak punya apa-apa di rumah."

Oleh karenanya, Jhonny van Beukering pun menitipkan pesan kepada para pemain muda agar bisa menjaga kariernya dengan baik demi keberlangsungan hidup di masa depan.

"Biarkan ini menjadi peringatan bagi pemain yang berencana untuk memulai petualangan asing di negara yang istimewa. Pikirkan tentang uang Anda," demikian kata pemain yang pernah bermain di Liga Belanda bersama Vitesse dan Feyenoord itu.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama