Atasi Masalah Lama Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Beri Perlakuan Khusus pada Striker Lokal


Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan treatment khusus kepada penyerang lokal jelang Kualifikasi Piala Asia 2023.

Timnas Indonesia masih dihadapkan pada masalah lama jelang Kualifikasi Piala Asia 2023.

Seperti diketahui, krisis striker dialami timnas Indonesia pasca era Bambang Pamungkas.

PSSI bahkan sampai menghalalkan cara naturalisasi untuk mengatasi permasalahan lini depan timnas Indonesia.

Cristian Gonzales. Alberto Goncalves, hingga Ilija Spasojevic menjadi opsi lini depan timnas Indonesia.

Sayangnya nama-nama tersebut sudah tidak masuk kriteria pelatih baru timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan itu justru memanggil pemain lokal yang tidak mengisi slot striker di klubnya.

Irfan Jauhari dan Muhammad Ridwan adalah dua pemain yang jarang diplot sebagai striker utama di klub.

Namun, keduanya menjadi ujung tombak timnas U-23 Indonesia ketika tampil di SEA Games 2021.

Begitu pula dengan Muhammad Rafli yang biasa mengisi posisi gelandang dan winger di Arema FC.

Shin mengakui jika dirinya kesulitan mendapat pemain lokal yang menempati posisi striker murni.

"Kami kesulitan menemukan pemain striker lokal yang mumpuni," kata Shin Tae-yong saat konferensi pers sebelum pertandingan melawan Bangladesh.

Muhammad Ridwan dan Egy Maulana Vikri pada laga timnas Indonesia U-23 vs Filpina (13/5/2022).

"Ini karena pemain lokal tidak banyak mendapat kesempatan di kompetisi Liga 1. Sehingga sulit menunjukkan kemampuan terbaik," ucapnya menambahkan.

Benar saja, tidak ada striker murni yang menjadi top scorer timnas Indonesia dalam dua ajang terakhir.

Di Piala AFF, Irfan Jaya menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim Garuda dengan tiga gol.

Sedangkan di SEA Games 2021, Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri sama-sama membukukan empat gol untuk timnas U-23 Indonesia.

Jelang Kualifikasi Piala Asia 2023, Shin Tae-yong memanggil striker lokal tersubur di Liga 1 2021 yakni Dimas Drajad.

Dimas Drajad sukses mencatatkan 11 gol dalam 31 penampilannya bersama Persikabo 1973 di Liga 1 2021/2022.

Penyerang Persikabo 1973 itu mengaku sempat terkejut dengan gaya latihan yang diterapkan Shin Tae-yong.

"Saya kaget pada dua-tiga hari pertama. Namun setelah itu mulai terbiasa," ucap Dimas Drajad usai latihan timnas di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Aksi striker PS TNI, Dimas Drajad, pada sesi seleksi Indonesia U-22 tahap kedua di Lapangan Sekolah

Dimas Drajad sendiri berstatus debutan di timnas Indonesia era kepelatihan Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong memang sering membuat terkejut pemain baru di pemusatan latihan timnas Indonesia.

Metode kepelatihannya yang berintensitas tinggi dan fokus pada pembenahan fisik kerap mengejutkan pemain-pemain Indonesia.

Perlakuan khusus diberikan kepada penyerang timnas Indonesia selama pemusatan latihan jelang Kualifikasi Piala Asia 2023.

Tidak hanya mencetak gol, penyerang timnas diharapkan bisa membantu pertahanan dalam pertandingan.

"Shin meminta kami menjaga para pemain berbahaya lawan terutama ketika dalam situasi bola mati seperti tendangan sudut. Para penyerang harus tetap ikut bertahan," tutur Dimas Drajad.

Meski begitu, stiker berusia 25 tahun itu senang bisa bergabung ke timnas Indonesia.

Ia bertekad mencetak gol sebanyak-banyaknya jika diturunkan dalam pertandingan timnas Indonesia.

"Saya dipanggil ke tim ini untuk mencetak gol. Karena itulah saya mesti bekerja keras agar bisa memperlihatkan performa terbaik," pungkas pemain jebolan timnas U-19 Indonesia.

Sebelum tampil di Kualifikasi Piala Asia, timnas Indonesia terlebih dahulu menghadapi Bangladesh pada Rabu (1/6/2022).

Ini menjadi kesempatan bagi Dimas Drajad membuktikan ke Shin Tae-yong sebelum penentuan skuad utama timnas untuk Kualifikasi Piala Asia 2023.