Pengakuan Kurnia Meiga Pilih Luis Milla Ketimbang Shin Tae-yong


Blak-blakan Kurnia Meiga memilih Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia, ketimbang sosok Shin Tae-yong. Apa alasan sang legenda?

Pembahasan mengenai Timnas Indonesia masih hangat. Pelatih Shin Tae-yong gagal membawa Garuda mencapai target medali emas di ajang bergengsi, SEA Games 2021.

Sempat kalah dari Thailand dan mendapat tiga kartu merah, Timnas Indonesia akhirnya menyabet medali perunggu setelah menang dari Malaysia dalam drama adu penalti.

Catatan ini sama dengan SEA Games 2017, ketika Luis Milla Aspas dipercaya menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia kala itu.

Kiper legendaris Timnas Indonesia, Kurnia Meiga mengaku juga mengikuti perjalanan karir Luis Milla dan Shin Tae-yong di Timnas.

Ada perbedaan mendasar yang membuat Kurnia Meiga memilih Luis Milla ketimbang Shin Tae-yong untuk meracik Merah Putih.

Saat hadir sebagai bintang tamu di Tiento, Kurnia Meiga diminta menyebutkan sebelas pemain terbaik Timnas dan sebelas pemain terbaik Liga 1 dari tiap-tiap posisi bermain.

Tak lupa, ia juga menyebutkan siapa pelatih yang layak menukangi tim. Ada dua nama yang diajukan Kurnia Meiga, yakni Luis Milla dan juga Robert Rene Alberts, pelatih Persib.

"Pelatih di Timnas Luis Milla, di klub Robert Rene Alberts," blak-blakan Kurnia Meiga.

Faktanya, Kurnia Meiga sudah pensiun dari sepak bola sejak tahun 2017 lalu. Ia hanya sebentar dilatih oleh Luis Milla, tapi pernah jadi anak didik Coach Robert saat di Arema.


Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, memberikan arahan kepada pemain setelah game internal di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Sabtu (21/05/22). Foto: Arif Rahman/Indosport.com

Antara Luis Milla dan Robert Rene Alberts

Rupanya, meski sudah pensiun dari dunia sepak bola, kiper legendaris Arema FC dan Timnas Indonesia, Kurnia Meiga tetap masih mengikuti perkembangan si kulit bundar.

Menurut Kurnia Meiga, ia salut dengan gaya kepelatihan Luis Milla. Para pemain terlihat santai tapi serius, dan hasil latihannya juga terlihat dari permainan di atas lapangan.

"Luis Milla menurut saya, pemain enjoy sama dia, tidak terlalu tegang, ketatnya tidak berlebihan," ungkap Kurnia Meiga.

"Mungkin itu perlu, tapi itu secara pribadi dari pemain itu sendiri. Terus kita dilatih dengan filosofi yang sangat bagus kalau sama Luis Milla," lanjut Kurnia Meiga lagi.

Di sisi lain, Kurnia Meiga juga terkesan dengan pelatih sepak bola asal Belanda, Robert Rene Alberts yang kini menukangi Persib Bandung untuk gelaran Liga 1 2022.

"Kalau Coach Robert ya kita dapat enjoy," ungkap Kurnia Meiga, yang pernah menjadi anak didik sang pelatih saat bersama-sama di Arema Indonesia, tahun 2009-2010 lalu.

Bagi Kurnia Meiga, sosok pelatih yang bisa membawa suasana positif untuk pemain, akan berbanding lurus dengan prestasi tim.

"Menurut saya sih pemain butuh seorang pelatih yang bisa membawa suasana enjoy, untuk kenyamanan pemain itu sendiri."

"Kalau kita dengan pelatih tidak nyaman, kemampuan tidak akan keluar di lapangan," pungkas mantan kiper Arema FC tersebut.


Mantan kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga Hermansyah.

Deretan Prestasi Kurnia Meiga

Kurnia Meiga Hermansyah dikenal sebagai kiper dengan segudang prestasi. Walaupun sebagai kiper, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia 2009/2010.

Kurnia Meiga bahkan berhasil menjuarai Liga Indonesia di musim pertamanya bersama Singo Edan, dalam usia yang sangat muda, yakni masih 19 tahun.

Kurnia Meiga juga jadi pemegang rekor cleansheet terbanyak di Liga Indonesia sejak musim 1994/1995, total ada 18 laga.

Saat memperkuat Timnas Indonesia U-23, Kurnia Meiga pernah dua kali membawa skuat Garuda ke partai puncak SEA Games 2011 dan Piala AFF 2016, walau gagal juara.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama