Mantan Pemain Timnas Menilai Sejak Dipegang Shin Tae-yong Belum Ada Prestasi yang Diraih


Tim nasional sepak bola Indonesia kembali tuai sorotan dari banyak pihak.

Prestasinya yang kian stagnan tentu perlu mendapat perhatian.

Berbagai upaya telah dilakukan Indonesia, Januari 2020 Indonesia mendatangkan pelatih asal Negeri Ginseng, Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong digadang-gadang dapat mendongkrak prestasi timnas Indonesia.

Pada tahun pertamanya, ia sukses membawa Indonesia menuju partai final Piala AFF 2020.

Pada kompetisi terbarunya, timnas Indonesia hanya mampu meraih medali perunggu pada gelara SEA Games ke-31 Vietnam lalu.

Hasil tersebut menuai kicauan warga internet atau warganet.

Warganet ataupun suporter Indonesia terbelah menjadi dua kubu.

Beberapa percaya akan proses yang dilakukan oleh Shin Tae-yong, sedangkan lainnya menyebut Shin Tae-yong sudah harus hengkang.

Hal tersebut terlihat saat beberapa waktu lalu ketika Shin Tae-yong bersama penggawa Timnas U23 Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten seusai berlaga di Sea Games Vietnam.


Shin Tae-yong sedang memimpin latihan Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2022 Vietnam. (pssi.org)

"Kami percaya kepada prosesmu, berikan hasil yang terbaik untuk selanjutnya," ujar satu diantara suporter Indonesia yang datang pada acara penyambutan kedatangan timnas Indonesia.

Sedangkan kubu lainnya terlihat bergerilya melalui media sosial Instagram dan Twitter dengan menggunakan tanda pagar (tagar) #STYOut.

Mantan pemain timnas Indonesia, Risdianto turut memerhatikan dinamika pesepakbolaan tanah air.

Menurutnya banyak yang perlu dibenahi.

"Banyak yang harus dibenahi terutama federasi lah ya dalam hal ini. Federasi harus jelas dalam menentukan target juara," ujar Risdianto kepada Tribunnews.com.

Pemain yang pernah bermain di Warna Agung itu juga melihat tak ada peningkatan yang signifikan saat Shin Tae-yong mengambil alih kemudi timnas.

"Kalau berbicara pemain, saat ini penyaringan pemain sudah semakin baik, pemain kita juga punya skill atau talenta yang mumpuni," ungkapnya.

Ia menegaskan, permasalahan tak hanya melulu datang dari pemain, namun faktor eksternal seperti birokrasi dalam federasi tentu mempengaruhi kualitas sebuah tim.

"Pemain kita bagus, permainan kita bagus, tapi ketika Thailand kita masih kalah, berarti mereka lebih baik daripada kita, tapi saya yakin asal kita mau berbenah kita bisa setara dengan Thailand" ujar pria berusia 72 tahun tersebut.

Risdianto mengatakan, Pengurus Pusat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) harus menegaskan secara gamblang terkait target yang musti dicapai oleh tim maupun pelatih.

Ia menilai, PSSI kini kian tak terbuka atas target yang harus dituntaskan.

Risdianto menilai hal itu dapat berakibat buruk terhadap penilaian masyarakat terhadap kinerja pelatih.

"Pelatih sekelas Shin Tae-yong, sudah kelas dunia, tapi kemarin kita hanya dapat perunggu, bukannya hal itu buruk namun kan itu juga belum bagus," jelas Risdianto saat dihubungi via telepon. (M39)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama